Ronaldinho, Pemain Legenda Asal Brazil

posted in: Sepakbola | 0

Sebagai pecinta sepakbola, pastinya Anda sudah mengenal pemain legenda Ronaldinho.

Lahir pada tanggal 21 Maret 1980 dengan nama Ronaldo de Assis Moreira di Porto Alegre, Brazil.

 

Ronaldinho termasuk pemain sepakbola terkenal. Sekarang ini ia menjadi duta FC Barcelona.

Selama bermain, ia menempati posisi penyerang atau pun gelandang serang. Ronaldinho dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia pada tahun 2004 dan 2005. Dikenal dengan teknik dribbling, trick, no look pass, dan tendangan bebas, Ronaldinho adalah yang terbaik pada masanya.

 

Awal karir

Kemampuan bermain sepakbolanya mulai terlihat di usia delapan tahun. Ia mendapatkan sebutan “Ronaldinho” karena biasanya menjadi pemain terkecil dan termuda.

Ronaldinho mulai dikenal pada tahun 1997, ketika ia mencetak 2 gol ketika berhadapan dengan Mesir pada U-17 World Championship.

Awalnya ia bergabung dengan klub lokal Brazil, Gremio. Pada tahun 1998, ia melakukan debut. Pada tahun 1999, ia mencetak 23 gol dari 48 pertandingan. Pada 20 Juni 1999, ia menjadi headline setelah mempermalukan tim Internacional. Dunga, senior nya di tim Brazil dilewati dan dribble ajaibnya melewati banyak pemain lainnya akan selalu diingat.

Paris Saint-Germain

Pada tahun 2001, ia pindah ke klub Perancis, Paris St-Germain, untuk kontrak selama 5 tahun dengan nilai transfer 5 juta Euro.

Debutnya dimulai pada 4 Ags 2001, tetapi baru mencetak gol pertama pada 13 Oktober ketika draw melawan Lyon. Setelah liburan musim dingin, ia mencetak gol beruntun ketika melawan Monaco, Rennes, Lens, dan Lorient.

 

Walau demikian, Ronaldinho mendapat kritik dari pelatih Fernandez, yang mengatakan Ronaldinho lebih fokus ke kehidupan malam di Paris daripada sepakbola, dan liburan ke Brazilnya yang tak berkesudahan.

 

Musim keduanya tidaklah terlalu baik dibandingkan musim pertama. PSG berada di posisi 11 klasemen, tanpa gelar, dan tidak berhak tampil di zona Eropa. Ia pun ingin hengkang.

 

Barcelona.
Awalnya Joan Laporta, presiden FC Barcelona menginginkan David Beckham (yang kemudian memilih Real Madrid). Proses kepindahan Ronaldinho ke Barcelona senilai 30 juta Euro, mengalahkan Manchester United.

Di Barcelona, Ronaldinho menjadi legenda.

 

Debutnya terjadi saat laga persahabatan melawan AC Milan dimana ia mencetak 1 gol.

Di La Liga, ia mencetak gol pertamanya dengan luar biasa. Menerima bola dari kiper, ia menggocek 2 pemain Sevilla sebelum menggetarkan gawang Sevilla.

Sempat cedera di paruh musim, ia kembali dan mencetak 15 gol untuk membawa Barcelona berada di peringkat kedua akhir musim.

Pada 2004-2005, ia mengantar Barcelona juara dan juga menjadi pemain terbaik FIFA 2004. Ia menjadi pemain terkenal dengan gaya bermainnya yang unik dan kemampuan melewati pemain yang luar biasa. Sayang, Barcelona harus tersingkir oleh Chelsea. Namun, di leg kedua ia mencetak gol luar biasa. Tanpa melakukan ancang-ancang, ia menaklukkan Petr Cech dari jarak 20 yard.

 

Ia kembali memenangi anugrah pemain terbaik FIFA dan Pemain Eropa Terbaik di tahun 2005. Pada leg pertama El Classico, ia mencetak 2 gol saat mengalahkan Real Madrid di Santiago Bernabeu. Di akhir pertandingan, ia mendapat standing applase dari pendukung tuan rumah. Sesuatu yang sangat jarang terjadi.

 

Di tahun yang sama pula, ia memenangkan juara Liga Champion untuk Barcelona, pertama dalam 14 tahun terakhir. Di babak awal, Barcelona kembali bertemu Chelsea. Ronaldinho mencetak gol luar biasa setelah berhadapan dengan 3 pemain belakang Chelsea.

Di tahun itu, ia mencetak 26 gol, 7 di antaranya di Liga Champion dan masuk dalam Dream Team XI versi FIFA.

Selama bermain di Barcelona, ia banyak mencetak gol cantik. Salah satunya gol salto ke gawang Villareal pada tahun 2006. Salah satu yang ia nantikan sejak kecil.

Milan.

Pada Juli 2008, ia menolak tawaran Man City dan memilih AC Milan yang saat itu masih dipegang Carlo Ancelloti.

Pada tahun 2008, ia membantu Milan dengan 10 gol dari 32 penampilan. Walau demikian, kehidupan malam dan jarang ikut latihan, mendapat kritik dari Ancelotti, Ia pun mulai dicadangkan pada musim 2009.

Penempatan posisi dari gelandang serang menjadi sayap kiri, menjadikannya top assist di akhir musim. Di musim ini pula ia mencetak 2 gol ke gawang Juve dan hattrick pertamanya bagi Milan.

 

Baca Juga : Laga Terakhir Wenger di Wembley Bersama Arsenal

 

Flamengo

Di akhir karirnya, ia sempat dikabarkan akan kembali ke klub asal, Gremio. Namun, Ronaldinho memilih Flamengo. pada Januari 2011. Kepindahanya disambut baik oleh 20.000 fans.

Di tahun yang sama pula, ia mengantar Flamengo menjuarai Taca Guanabara.

Ronaldinho kemudian pindah ke Atletico Miniero (2012-2014), Queretaro (2015), Fluminense (2015) di akhir karirnya.

Pada 2016, ia akhirnya menjadi duta FC Barcelona.

Selama membela Timnas Brazil, ia mengantar Brazil menjuarai Copa America pada tahun 1999 dan World Cup 2002, dimana ia bersama Ronaldo dan Rivaldo termasuk trisula mematikan.

Comments are closed.